edugayahidupblog - Blog
Nov
21
2015

Trik Mencuci & Memelihara Polo Shirt

Tidak di ragukan lagi, aku semua menyenangi kaos terbuat dari bahan cotton. Terutama kaos oblong atau kaos kerah favorit yg sudah sering di basuh menjadi terasa lembut serta enak dalam pakai, seakan melekat dan menyatu dengan badan saya. waktu tidurpun nyaman dan begitu rileks kalem.

Berbeda dengan pakaian dengan sering dikenakan untuk pelaksanaan luar. Baik kaos oblong atau kaos kerah kecuali kenyamanan, gaya menjadi salah satu pertimbangan primer. Kita kadang kala melihat kaos masih indah, jahitan tetap kokoh, tetapi warna dari kusam dan pudar.

Terutama bagian-bagian tepi lengan, kerah, permukaan lampit yang sedari berbulu dan tidak seindah seperti asal karena demi cepat perubahannya.

Hal terkait sangat yang sayangkan & tentu menjadi pelajaran bagaimana memelihara kaos cotton secara baik, agar warna & penampilan tetap prima walaupun sudah yang cuci sekian kali.

Kita sebagai grosir polo shirt super peduli dengan cara baik pencucian & perawatan kaos untuk kemungelan waktu dengan lama secara tips-tips kecil yang mudah di kerjakan.

Perlu tersua bahwa didalam pencelupan ragam, dye stuff yang mengakar kedalam liang roma bahan cotton tidak mudah pudar plus reaksi pencelupan, walau corak tua juga meskipun melakoni beberapa periode pencucian. Bahwa kita memperhatikan cara cuci yang valid, warna tidak akan cepat luntur.

Ada 2 hal dengan di mesti diperhatikan di menjaga bahan kaos cotton agar selalu segar dan tidak mudah kusam.

A. Pencucian, ( ada tiga tahap pencucian )

.

Mode Pencucian:

1. Cuci dengan cara seksi dalam dibalik keluar, ( menghindari besar gesekan dengan mesin basuh atau cucian tangan ), Kaos senantiasa terkancing ( menjaga susunan kerah tidak berubah ).

2. Dicuci dengan larutan tidak melampaui 30 C, tidak memakai detergen secara sangat superior. ( merundingkan sabun colek dilarutkan menggunakan air lepas dan bukan detergen yg mengandung chlorine Cl atau bahan pemutih )

.

Proses Pengeringan:

1. Tidak menimbulkan mesin pengering sampai lelap 100%, tiras kaos hendak bergesek secara dinding perkakas sehingga mengoyak benang - benang patut yang merajut bidang kain, benang mau terkelupas serta permukaan tiras akan berbulu.

KAOS+KRAH+POLOS1.jpg

2. Selesai proses pencucian, pada waktu mode pengeringan, dikeluarkan dari mesin cuci pada di kondisi lembab. Digantung untuk menghindari kesusutan kain dan sambil dirapihkan potongan yang mangut. Dibiarkan hingga kering secara alamiah beserta angin.

3. Guna merekam kelembutan ( optional ), pada waktu proses bilasan simpulan bisa diberikan sedikit pelembut / softener. Gunanya buat membuat macet kain kaos lebih patut.

Proses Gosok ( Kaos dalam kondisi kering ):

1. Gosok dengan cara bagian di dalam di balik terserondok. ( menghindari gesekan benih kaos secara mesin usap langsung ).

2. Tan- meletakan mesin gosok dalam bidang unik terlalu lelet, akan menyalahi bekas rabaan dan simbol panas.

B. Pemeliharaan atau Penyimpanan:

1. Kaos polo shirt tak disarankan untuk digantung alias dihanger. Lebih-lebih digantung dibanding keadaan basah sampai jadi kering. Unsur ini menerbitkan body kaos akan tersengsem memanjang kebawah dan seksi pundak akan turun.

2. Setelah segenap rapi yang gosok, baru terakhir kaos dibalik, dilipat dan disimpan di dalam lemari. Tidak digantung / hanger untuk pergi bagian bahu menjadi terbuka, badan membujur dan usahakan tidak tersangkut sinar matahari secara saksama.

Share on Facebook Back to the blog



Comments:


 
Panel title
Antal besøg: 333709

Lav en gratis hjemmeside på Freewebsite-service.com

Editing

-0.15265989303589sekunder