edugayahidupsitus - Blog
May
17
2015

Gaya Hidup Bikin Gaji Gak Cukup

Saya luar biasa gemes pada orang-orang satu ini. Ujar saja namanya Rini. Kerja keras sudah biasa dilakukannya, gaji dengan cukup sudah dia peroleh. Tapi kenapa semua itu bukan pernah ada ampasnya? Justru punya hutang di sana-sini. Pencopet lubang tutup terowongan sudah jadi bagian hidupnya bertahun-tahun. Sebab Rini cukup terkuak pada saya, dipastikan memberi saran serta cara-cara untuk mampu sedikit demi terbatas keluar dari rol hutang saya lakukan. Meskipun dia terus-menerus manggut-manggut dan mengklaim apa yang saya bilang itu resmi semua, tetapi tetap saja Rini tanggal ke urusan yang serupa. Dia selalu kehabisan dan kekurangan duit, sering perlu tunggakan uang dan seluruh macam urusan finansial yang seabreg dan tidak pernah luruh. Itu yang bikin saya gemes.

Kalau Rini tidak beroperasi atau pendapatannya naik-turun, masuk akal itu tercipta. Ini tidak! Tip Rini memang tidak besar sekali, namun bukan berarti gak cukup, karena banyak diantara kita yang gajinya tentu dengan dia masih bisa menabung, kok! Apa yang melenceng pada Rini tersebut? Gaya hidup dan ketidakmampuan mengelola keuangan. Sehingga penghasilan seberapa meski dan memperoleh kenaikan gaji tak siap pengaruhnya baginya. Demikian uang di tangan, apa yang dilihat ingin dibelinya dengan hasrat yang tidak terkendali. Tidak memakai itung-itungan, tak memakai pikir panjang juga kalau sudah sangat. Dia selalu trendi tersadar ketika uangnya habis. Ternyata duit itu juga masih harus membayar kewajibannya yang lain. Jadilah dia menutup semua tersebut dengan berhutang sedang. Reaksinya jadi stres dan marah-marah di dalam orang-orang di sekitarnya, menyesal dan mengelirukan diri sendiri.

http://www.updatekeren.com/ yang tak seimbang dengan penghasilan betul2 membawa masalah! Tata cara ini mulai menggoda kaum urban yang baru tinggal di perkotaan. Pemandangan pada sekelilingnya bak etalase yang menggoyang imannya. Rasa ingin mempunyai barang-barang sekunder secara meskipun tidak mempunyai juga tidak ada efeknya, sulit dibendung.

Akur, etalase! Etalase berikut tidak selalu yang ada di toko. Mereka jadi ketahui ada barang mutakhir dan menarik daripada temannya yang pertama beli, dari bosnya yang punya kurang lebih itu, dari tetangga, dari jalanan, daripada mana-mana pokoknya. Rasa ingin memiliki, mencicipi dan merasakan ternyata bisa membalikkan pikiran. Membuat orang tak mau peduli dalam hitungan pendapatan & pengeluaran. Akibatnya tentu, lebih besar pasak daripada tiang. Pusing di kepala & punya masalah keuangan akibat salah pengaturannya. Inilah penyakit secara tak tampak, akan tetapi sudah menggejala.

ratu-jamu1_20150123_142137.jpg

Tradisi Sok Gengsi

Kedudukan bisa dimiliki sapa saja, tak tengadah bulu. Dulu, pangkat terkait dengan sosok kaya yang benar-benar bisa beli segala sesuatu saja karena berduit. Sekarang sudah condong, demi gengsi orang2 sampai nekad berjuang di luar prasyarat. Suka pakai barang-barang bermerek. Rutin belanja busana yang sedang tren. Ganti smartphone yang terbaru. Jika ada cadangan dananya, ya aman-aman sekadar. Yang masalah, uang kebutuhan harian secara dipakai. Ada pondok pesantren pendidikan negeri yang bebas, pilih yang swasta. Bisa makan pada warung, pilih di kafe, dan ini rutin sehari-hari. Pertama kerja 2 tarikh, asal gajinya cukup buat bayar kredit, nekat kredit perantara bermotor. Meskipun tidak punya, berusaha diada-adakan. Hal ini pula didukung oleh kemudahan-kemudahan yang disediakan sebab jasa keuangan untuk bisa memiliki barang-barang itu secara mulus. Klop sudah!

Tersebut salah, tapi tak menyadari. Kalau penghasilannya tak cukup akan diusahakan mencari hutang, untuk menutupi naluri belanjanya yang bukan kontrol. Kalau sudah biasa hutang sana-sini. Ongkos sebesar apapun, mana bisa dinikmati sih. Wong cuma turun, lalu disetorkan lalu. Hanya lewat! Inilah yang menyebabkan orang-orang seperti Rini saja bilang tak semua. Lha wong tak pernah menikmati perolehan secara netto, disunat terus untuk borong hutang, bayar kredit dan lain-lain.

Share on Facebook Back to the blog



Comments:


 
Panel title
Antal besøg: 245712

Lav en gratis hjemmeside på Freewebsite-service.com

Editing

-0.098525047302246sekunder