edugayahidupsitus - Blog
Sept
4
2015

Mengunjungi Sukabumi dengan Mencoba Kereta Api

Belum lama ini medium api dari Kab. bogor menuju Sukabumi secara sudah lama tak aktif dihidupkan merosot. Tentu saja hal itu sangat menggembirakan bagi masyarakat yang kerap bepergian dari Bogor ke Sukabumi atau pun daerah-daerah di sekitarnya. Ini karena tengah ini perjalanan untuk menuju Sukabumi sedang memakan waktu olehkarena itu padatnya lalu lintas, dengan demikian jarak yang tidak sangat jauh harus ditempuh dalam waktu sekitar tiga jam bahwa kita mengendarai mobil pribadi. Dengan memilikinya kereta api daripada Bogor menuju Sukabumi, maka waktu prosesi dapat dipersingkat menjadi dua jam sekadar.

Pada saat liburan sekolah bulan Oktober ini, penulis menuruti untuk mencoba pergi ke tempat rekreasi di sukabumi dengan mengendalikan KA Pangrango. Sebelumnya penulis memesan tiket di Indomaret secara harus ditukarkan keesokan harinya di loket di Setasiun Paledang Bogor. Ada 3 keberangkatan dari Kabupaten bogor, dan ada dua kelas yaitu perenggan eksekutif dengan upah 50. 000 yen dan ekonomi dgn tarif 20. 000 rupiah. Baik kelas eksekutif maupun per-ekonomian keduanya dilengkapi dgn pendingin. Penulis menunang tiket pulang pergi guna kelas eksekutif dan untuk jam kepergian terpagi dari Kabupaten bogor, yaitu pada weker 7: 55 dan kembali ke Kab. bogor dari Sukabumi guna jam keberangkatan final, yaitu jam 15: 45.

Berhubung kala itu bukan pucuk pekan jadi penumpang KA menuju Sukabumi tidak begitu besar. Setelah menukarkan tiket yang penulis order sehari sebelumnya, pereka pun menunggu dalam Setasiun Paledang. Setasiun ini sangat mungil dan lebih mirip sebuah halte. Pada depannya terdapat sejumlah warung yang mendagangkan makanan dan minuman. Tidak jauh atas situ berdiri satu buah bangunan tua yang tidak terawat dan dalam belakang bangunan tersebut terletak sebuah kloset dan sebuah lokasi untuk berwudhu.

12-713640.jpg

Lebih kurang sepuluh menit sebelum waktu keberangkatan, penghubung api sudah jadi menunggu. Para penumpang pun harus mengantri untuk masuk ke peron. Selain karcis, penumpang juga pantas menunjukkan KTP itu. Kereta berangkat akurat pada jam 7: 55. Kereta ini bukanlah kereta cepat karena sering dingin di setiap setasiun yang dilewatinya. Namun demikian tentu saja senggang lebih nyaman & cepat dibanding bahwa kita harus meragang mobil ke Sukabumi.

Pemandangan yang turun cukup menarik. Pada kiri-kanan jalur organ terdapat rumah-rumah warga yang jaraknya benar dekat dengan tisu kereta, bahkan jemuran mereka pun jaraknya begitu dekat. Tapi penumpang kereta juga dapat menikmati pandangan sungai yang mengalir, rumpun-rumpun bambu dan sawah hijau yang membentang dengan lingkungan gunung Salak. Di saat itu penulis juga melihat para petani sedang membajak dan mencangkul sawah. Banyak juga anak-anak secara berdiri di tanggul sawah melambai-lambaikan tangan mereka saat kereta api melintas.

Share on Facebook Back to the blog



Comments:


 
Panel title
Antal besøg: 245740

Lav en gratis hjemmeside på Freewebsite-service.com

Editing

-0.095122098922729sekunder