gurubisnisnet - Blog
April
17
2015

Meskipun Ringan, Bata Ringan Tetapi Sangat Bagus

Permintaan terhadap bata ringan di metropolis terus meningkat. Produk ini menjadi rezeki kontraktor atau pengembang perumahan. Ada kesempatan untuk berbisnis pabrikasi bata ringan secara modal ringan. Setahun bisa balik pura.

Harga bahan konstruksi yang cenderung bertahan tinggi mendorong pengembang yang membangun wisma atau orang secara ingin merenovasi pintar mencari cara mudah-mudahan lebih hemat dan efisien dalam memunculkan bujet. Sayang, tidak banyak penghematan yang bisa dilakukan apabila ingin tetap menjaga kualitas.

Salah satu jalan penghematan yang bisa ditempuh adalah

geraji-dan-catting.jpg

memilih bahan bangunan jenis “baru”. Walau pangkat lebih mahal, biasanya bahan bangunan spesies baru ini menunjuk-nunjukkan efisiensi lebih utama dalam pengerjaan maupun kebutuhan bahan utama pendukung. Rangka bumbung baja ringan contohnya, selain lebih kuat ternyata bisa dikerjakan lebih cepat ketimbang rangka kayu.

Selain rangka atap baja ringan, panel lantai juga menjadi kekasih anyar para pengembang perumahan dan penghobi renovasi rumah. Batu merah berukuran lebih dari batako, berwarna dominan putih atau krem ini semakin banyak dicari, baik oleh pengembang maupun orang yang ingin merenovasi ataupun membangun rumah.

Bertentangan dengan batu bata / batako, ukuran bata ringan ini jauh lebih besar. Utama bata ringan biasanya 60 cm X 20 cm x 10 cm. Sebagian orang menyebut bata ringan sebagai habel. Padahal, Habel swasembada merupakan nama kerikil ringan buatan PT Habel Indonesia. Spesifikasi bata ringan serta beton ringan produk Habel agak lain. Bahan baku Habel adalah pasir silika, batu kapur, dan aluminium slury. Adapun bata ringan menggunakan bakal baku pasir, emas biru, air, dan zat kimia.

Menurut Syaiful Anam Manajer Penjualan bata ringan pada Sidoarjo, bata ringan baru dikenal pada Indonesia dua tahun terakhir. Di negeri tetangga seperti Malaysia, bata ringan berikut sudah dikenal sejak tahun 2000.

Meski pertama dikenal di Nusantara, Junaidi Hasan, Pengarah Pemasaran bata ringan di jakarta bilang, permintaan bata ringan cukup berkembang. “Kami sampai kewalahan buat memenuhi permintaan, ” ujarnya. Ia melukiskan, setiap hari, permintaan bata ringan siap mencapai 220 meter kubik (m³). Sementara itu, kapasitas produksi di Bengkel hanya 20 m³ per hari.

Persoalan yang sama juga dialami oleh Syaiful dengan tergolong pemain trendi di bisnis berikut. Kini kapasitas produksi perusahaannya baru mencapai empat m³ per hari. Tapi, permintaan secara datang bisa datang dua kali lipat. “Saya baru memulai usaha ini sejak enam bulan lalu, ” cerita dia.

Permintaan bata ringan terkait biasanya berasal atas kontraktor yang bakal membangun perumahan atau kantor dengan 3 sampai empat tingkat. Tak sedikit pengembang rumah susun saja mencari bata ringan. Permintaan dari toko material juga tak sedikit.

Biasanya, manusia menggunakan bata ringan lantaran konsistensi ukurannya jauh lebih bagus ketimbang bata merah. Maklum, proses pembuatan batu merah yang masih tradisional membuat ukuran bata tidak sama buntal. Beda dengan bata ringan yang pembuatannya sudah menggunakan perangkat, termasuk proses cetakannya.

Ukuran bata ringan yang jauh kian besar dari bata merah juga membuat metode pembangunan lebih tangkas. Pengangkutan bata ringan juga jauh lebih mudah lantaran sudah biasa dikemas dalam banyak tertentu. Selain itu, bangunan yang menggunakan bata ringan biasanya lebih tahan guncangan. Menurut Syaiful, bata ringan tahan obor empat sampai enam jam, sangat beda dari bata merah yang mudah terbakar.

Tags : bata ringan

Share on Facebook Back to the blog



Comments:


 
Panel title
Antal besøg: 125326

Lav en gratis hjemmeside på Freewebsite-service.com

Editing

-0.22304606437683sekunder