ilmugayahidupoke - Blog
14
2015

Pulau Seribu: Pulau yang Tidak Cuma Menyimpan Sejuta Kepermaian

Siapapun tentu mengenal pulau tersebut, letaknya yang tidak senggang dari DKI Pulau seribu menyimpan sejuta keindahan yang tak ternilai harganya darimanapun. Kecuali hal itu jika dirusak per mereka-mereka yang tidak bertanggungjawab menjaga alam itu. Hmm…menjelajahi pulau seribu memang tidak segampang yang kita imajinasikan, selain membutuhkan transportasi khusus, juga membutuhkan biaya yang besar untuk mengitari sekitar pulau di Kepulauan Seribu. Beruntungnya untuk saya kali ini pergi ke Kepulauan seribu yang memiliki 110 pulau dengan mudahnya hanya dengan kapal cepat, kami menutup sejumlah pulau dengan kaya akan keindahannya. Perjalanan saya itu tidak sendiri, saat ini ditemani oleh 10 tim yang memiliki beragam pengalaman di jelajah wisata dari berbagai kota pada tanah air.

Berbicara tentang Wisata Pulau Seribu pastinya yang dibicarakan banyak diantara kita adalah panorama kuno yang asri serta ekosistem yang tetap terjaga ke asriannya. Pastinya sih beriya-iya.. karena keindahannya kepulauan ini, membuat para wisatawan mengunjungi Pulau ini berulang kali. Petualangan kami tidak cuma sekedar melihat seri kepulauan seribu, ini sudah biasa! Tapi yang tidak biasanya ialah, petualangan jelajah gizi, mengitari berbagai kuliner dan sumber kecakapan laut dari sejumlah pulau yang terselip di kepulauan seribu.

Pulau ini mempunyai tempat andalannya yang bernama Pasir Putri atau Virgin Beach yang dapat kalian tempuh kurang lebih 5 menit menggunakan kereta angin yang telah disediakan per masyarakat setempat, aku dapat menikmati kemungelan sunset di sore hari sembari sabar menikmati pemandangan orang-orang bermain voli, sayangnya moment ini tak terkejar. Di ramal perawan ini ada ‘kafe’ sederhana dengan menyediakan es mumbang sambil santai bermain dengan keindahan vista pantai ini.

Perjalanan kami ini diawali dari Ancol, tepatnya Marina tempat parkirnya semua kapal pandai. Biasanya kalau kalian berangkat sendiri, harganya bisa mencapai 500-850 ribu/orang, dengan kekebalan penumpang maksimal 60 orang.

Ok, pengembaraan kami ini diawali dari Ancol menyatroni Pulau Pari. Kalau dilihat dari GPS sepanjang perjalanan pulau itu memang mirip sekaligus dengan ikan pari. Namun bukan menandakan pulau ini penghasil ikan pari? Melainkan rumput laut…ya tidak percaya khan? Oleh sebab itu tidak hanya kemuliaan pulaunya saja, untuk wisatawan coba sekali-sekali melihat hasil budidaya rumput laut di tempat ini, tentu luar biasa.

SANY0664.jpg

Selama tiba ke pulau terkait, tidak disangka suket laut menjadi satu diantara primadona mata pencaharian bangsa setempat. Bahkan kira-kira petani di Pulau ini sudah melanglang buana memberikan sejumlah keterampilan cara membibitkan suket laut yang bagus dan benar. Beranekan rumput laut di pulau ini terbuat menjadi berbagai bakal makanan/cemilan/ manisan juga lho. Harganya juga terjangkau minimal Rp. 10. 000, terjangkaulah.

Tim Jelajah Gizi juga mendapatkan pengajian cara menanam suket laut yang betul. Selama mendapat disiplin para petani sangat terampil dan padat semangat untuk membuahkan rumput laut. Mereka yakin dan beriktikad hasil yang dengan mereka dapatkan jelas melimpah nantinya dikarenakan angin yang buntal di saat ini memproduksi rumput laut tangkas bertumbuh dan hasil yang melimpah beserta khwalitas pun harusnya terbaik.

Tags : Pulau Seribu

Share on Facebook Back to the blog



Comments:


 
Panel title
Antal besøg: 59085

Lav en gratis hjemmeside på Freewebsite-service.com

Editing

-5,4118978977203sekunder