infogayahiduppusat - Blog
Sept
3
2015

Sampai Kapan Muka Bayi Tetap Terlihat Lucu?

Engkau punya bayi? Buktikan perhatikan, betapa lucunya dia? Semua sosok pasti menyukai serta menyayanginya karena wajahnya yang imut & menggemaskan. Seiring bertambahnya usia, lambat laun tingkah laku pola dan wajahnya yang lucu hendak hilang. Semua orang tahu itu. Namun yang tidak banyak orang menyurat, pada usia meski kelucuan itu mulai dari hilang? Pertanyaan kemudian adalah mengapa wajah bayi itu tampil lucu?

Mengapa muka bayi terlihat menggemaskan?

Para peneliti itu menjelaskan bayi lucu bahwa, muka bayi yang gecul dan imut dgn mata besar dan bening, hidung juga mulut yang syahda adalah terkait secara strategi manusia dalam mempertahankan species. Kerangka wajah yang imut itu memungkinkan peluang bayi untuk luput.

Jika pengertian tersembunyi yang mereka maksudkan adalah dalam konteks keberlangsungan hidup, hamba setuju. Contoh skandal, tidak sedikit, tuturan di rumah nyeri, seorang ibu dengan berencana meninggalkan bayinya, mungkin karena bukan jelas suaminya. Akan tetapi begitu si dokter tahu, niatan si ibu ini, biasanya dokter menyarankan agar melihat bayinya dulu. Lihat matanya, & kelucuannya, akhirnya si ibu ini meski menggagalkan niat keras kepala tersebut sehingga si bayi pun tersembunyi dan terpelihara.

Memandang contoh kasus yang saya kemukakan diatas, normative, bisa dimengerti, maksud dari takrif mempertahankan species ini. Tetapi konsep mempertahankan species pada suri kasus di kepada bukan seperti itu, tidak sama dengan konsepnya para evolusionis.

Saya kira ada yang kata2x yang mengelabui bahkan menyesatkan. Menurut aku, manusia, tidak siap mengatur strategi buat memilih bagaimana wujud terbaik untuk dilahirkan sehingga bisa tersembunyi, selama masa umur tersebut. Kalau benar2 benar, lalu, gimana mekanisme pemilihan bentuk-bentuk tersebut dilakukan sama manusia?.

Bisakah kita memilih bentuk hidung mancung, kulit warna putih, rambut merah supaya menjadi lebih disukai oleh orang-orang pada Asia dan sekalipun?. Hal yang tidak agaknya bisa dilakukan. Setara halnya dengan bukan mungkinnya cerita bentuk-bentuk bayi untuk memilih menjadi imut & menggemaskan, sebagai strategi mempertahankan keberlangsungan species.

bayi+lucu+sekali.jpg

Imut, dan menyebalkan adalah tahap perkembangan awal bayi. Secara alamiah umumnya benar2 seperti itu. Padahal susunan imut dan menggemaskan, bukan saja milik pada bayi wong, juga pada orang hidup lainnya. Anjing kampung misanya, meski lucu dan imutnya anjing-anjing itu tatkala masih kecil, terlebih saya sering cela, dikira adalah sanak saudara anjing ras. Serta ketika sudah luas, betapa jeleknya anjing ini yang ternyata hanya anjing kampung biasa.

Atau bila Anda pernah ke baby zoonya Taman Safari, betapa lucunya harimau, orangutan, pion nil ketika sedang bayi. Lalu, gimana pada tahapan perkembangan selanjutnya? Anda sendiri yang bisa berpendapat.

Tags : Bayi Lucu

Share on Facebook Back to the blog



Comments:


 
Panel title
Antal besøg: 356119

Lav en gratis hjemmeside på Freewebsite-service.com

Editing

-0.098201990127563sekunder