klikbisnispusat - Blog
Nov
22
2015

Wirausaha Pembuatan Peti Mati Mengumpulkan Keuntungan

Hampir semakin dari 10 tahun Pakistan bagian barat laut dilanda aksi-aksi kesewenang-wenangan kelompok disiden ekstremis. Akan tetapi, tragedi hal itu justru menstimulasi wirausaha provinsial dalam faktor penjualan peti mati. Peti mati sebenarnya tidak digunakan dalam upacara pemakaman tradisional Islam tatkala Pakistan. Akan tetapi, korban-korban ledakan bom yg biasanya sudah biasa berkeping-keping dikuburkan dalam peti mati. Penggagas industri peti mati pada Pakistan yakni Jehanzeb Khan, 60. Dia sudah memproduksi dan memasarkan peti mati sejak 1980-an.

“Awalnya, saya hanya menjual dua atau 3 peti mati, ” kata Khan. Bisnis Pabrik Peti Mati yang dirintis Khan ini mulai insaf ketika aksi-aksi pemberontakan kelompok ekstremis merebak pada 2004, setelah serbuan Amerika Serikat ke Afghanistan. Menurut pemerintah Pakistan, bertambah dari 50 ribu orang2 tewas ditembak, terkena ledakan bom, ataupun serangan punahkan diri. “Orang-orang mulai memakai peti mati guna jasad-jasad secara meninggal hukuman serangan, ” jelas Khan. Sekarang, Khan menjual lebih kurang 15 peti mati sehari. Selain dia, terselip 40 pembuat dan penjual lain tatkala Peshawar. Jangka sebuah sekolah yang dikelola militer di Peshawar diserang kelompok Taliban, Desember lalu, Khan nampi pesanan 60 peti mati. Dia berupaya menjaga stok setidaknya 80 peti mati untuk berjaga-jaga jika terselip serangan meriah tiba-tiba. Bagi Khan, bisnis yang dia geluti tersebut bisa jadi berasa sungguh pedas, apalagi dia pun kudu mengambil pelajaran dari situ. Saat ofensif Taliban berlangsung di sekolah militer tatkala Peshawar, contohnya, Khan mengiakan, “Waktu itu saya merasa sungguh terpukul. ”

344953_mobil-peti-mati_663_382.jpg

Penjual lain peti mati ialah Shehryar Khan, 23. Peti matinya lebih acap dipesan legiun militer / paramiliter. “Kami membuat peti mati khusus untuk militer. Mereka biasanya memohon material yang bagus, kayu yang bertambah baik, dan ada pegangannya, ” omongan Khan. Dalam model peti mati biasa, Khan menjualnya seharga US$30. Selama itu, guna model dengan dia ujar deluxe, harganya mencapai US$100. “Sekali / dua kali di dalam setahun, kami harus mengarang peti mati yang sangat pribadi jika ada pejabat terampil militer yg meninggal. Aku menggunakan gawang cedar, pelembungan yang bertaraf tinggi, pula kain beludru untuk bagian khusus tersebut. Harganya kurang lebih 35 ribu rupee, lebih kurang US$350, ” jelas Khan lagi.

Peti-Mati-Baby-Tulang.jpg

Setara dengan ketentuan Islam, pemakaman dilakukan secepatnya, terutama pra matahari terbenam di tarikh yang sama dengan waktu meninggal seseorang. Karena itu, Shehryar Khan menggagas pelayanan 24 jam. Seorang pramuniaganya, Niaz Ali Shah, 31, mengaku tidur pada toko di setiap malam. “Pengemudi ambulans pun sudah tahu kami menerima 24 beker. Jadi saat saja terselip yang memerlukan peti mati, sopir ambulans pasti membawa tersebut ke toko kami, ” kata Shah. Shah seorang diri mengaku telah bekerja di toko Shehryar Khan tengah 4 tahun. Bagi Shah, pekerjaannya ini bagian mulai kewajiban religius. “Kami berbagi duka sesama. Kami menyediakan peti mati bagi mereka sekalian sebagai pengingat bahwa aku semua meski akan mati kelak, ” ucap Shah.

Tags : Peti mati

Share on Facebook Back to the blog



Comments:


 
Panel title
Antal besøg: 133960

Lav en gratis hjemmeside på Freewebsite-service.com

Editing

-0.15556597709656sekunder