mrgayahidupweb - Blog
April
11
2015

Baju Sopan, Perasaan juga Damai

Beberapa hari yang lalu, abdi sekeluarga menghabiskan saat liburan di suatu mall di Depok. Seperti biasa, aku mengajak anak lelaki hamba yang berumur 1, 5 tahun permainan di pusat santapan anak-anak pada supermarket tersebut. Ia sangat senang bisa lepas berlarian kesana kemari, memainkan semua mainan yang ada dan berinteraksi dengan anak-anak unik sebayanya. Saya beserta sabar tetap mengiringi kemana ia bertolak dan ikut larut dengan semua suguhan yang dimainkannya.

Sebab hari itu bergandengan dengan hari vakansi maka pengunjung mall ramai sekali, demikian juga di kancah bermain anak-anak. Malahan masing-masing anak ditemani orang tuanya permainan, waah … tambah ramai saja.

Di tengah asyik mengawani si kecil berperan, tiba-tiba kuping saya mendengar seorang ibu berbicara setengah berbisik kepada rekannya sesama ibu-ibu yang juga mengawani anaknya bermain.

” eh … tersebut lihat! ada keruntung, isi koin yuuk ”. Ia merujuk dan kemudian meronce berdua cekikikan.

Sebab penasaran, saya pula biar segera melayangkan pantauan ke arah dengan ditunjuk ibu mereka. Ternyata yang oleh karena itu bahan tertawaan tersebut adalah seorang embuk muda yang juga tengak asyik menemani putranya bermain Permainan Berpakaian. Ibu bujang tersebut mengenakan rok bahan rajutan tubuh pendek dan panjang baju tersebut cuma sampai batas pinggangnya saja. Potongan lembut baju tersebut nyata huruf V serta agak panjang sehingga memperlihatkan belahan di dadanya. Sedangkan guna bawahan, ia memakai celana jins model pensil super mesra berwarna hitam & ban pinggangnya terletak di bawah pusat. Sehingga apabila posisinya jongkok, maka pinggang celananya akan interes kebawah dan baju tertarik keatas karenanya belahan ” potongan belakang ” nya akan terlihat.

Telanjurkan saat saya malayangkan pandangan ke arahnya ia sedang di posisi jongkok, & mengertilah saya secara istilah ” tukil ” yang pada bisikkan ibu-ibu tadinya.

Ternyata tidak aku dan ibu-ibu tadinya saja yang mengindahkan penampilan serta ” celengan ” si ibu muda tadinya, hampir setiap kesayangan yang berseliweran dalam arena bermain itu juga tak terlepas dari pemandangan terkait. Ada yang menghitung sambil tertawa, tersenyum, risih, juga tersedia yang geleng-geleng tua-tua.

Princess-worthy-look-game-berpakaian.png

Sadar ia menjadi perhatian orang-orang, setiap sebentar ia pula biar menarik celananya terbang dan menarik bajunya ke bawah mudah-mudahan bagian tubuhnya dengan seharusnya tertutup itu tak kelihatan. Tapi semakin ia menarik-narik pakaiannya dan merahasaikan ” celengan ” nya, semakin tampil ketidaknyamanannya. Fokus terhadap anakpun terpecah. Di satu sisi ia harus tetap memeriksa dan menemani anaknya bermain, di bingkai lain ia giat dengan pakaiannya secara mengumbar aurat mereka.

Di mata aku, ia benar-benar tampil tidak nyaman dan juga membuat orang-orang lain di sekitarnya ikut-ikutan tidak tenteram. Berpasang-pasang mata menghitung risih kepadanya. Ia pun kelihatannya tidak senang juga dgn kondisi tersebut. Hhmm … salah otonom, ngapain juga di tempat umum berpakaian seperti itu. Bukankah sekarang banyak pilihan bervariasi model pakaian untuk wanita yang kian dan ngetrend sekaligus juga sopan serta nyaman?

Share on Facebook Back to the blog



Comments:


 
Panel title
Antal besøg: 241010

Lav en gratis hjemmeside på Freewebsite-service.com

Editing

-0.16251087188721sekunder