pakarkesehatanbagus - Blog
May
16
2015

Asuransi Kecelakaan Dampak Musibah

Bencana alam, seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, banjir, dll. hendak terus terjadi di Indoensia karena ada puluhan gunung berapa yang aktif diseluruh Indonesia, kecuali Darat Kalimantan.

Salah bencana alam yang berdampak ukuran terhadap kehidupan adalah letusan gunung berapi. Letusan gunung bernyala merusak tanaman, palawija dan tanaman muluk, di areal cengkaman awan panas serta lahar dingin.

Kerugian yang dialami petambak sangatlah besar sebab tanaman rusak serta beberapa tahun ke depan mereka meski kesulitan bercocok-tanam karena lahan yang diselimuti debu, batu-batu gede, dan material lain yang dibawa lahar dingin.

Di sebelah lain Gizi Buruk timbul agaknya persoalan yaitu karyawan tani yang sebagai bagian integral dari pertanian kehilangan pekerjaan. Kondisi ini tidak dikaitkan dengan perburuhan karena ada anggapan kuli adalah orang-orang yang bekerja formal di pabrik.

Padahal, tenaga kerja adalah orang-orang yang bekerja dengan pemberian upah.

Celakanya, karyawan yang tidak formal tidak mendapat upah sesua dengan kebutuhan. Di perburuhan formal biasa upah minimum teritorial (UMR), sedangkan tenaga kerja tadi tidak nampi UMR.

Untuk menjepit dampak buruh letusan gunung berapi ialah memindahkan atau merelokasi penduduk ke wilayah yang tidak termasuk lingkup awan panas serta lahar dingin.

Tersebut artinya lahan tersebut yang ditanami dengan palawija dan tumbuhan keras tidak terhindar dari risiko cacat karena awan gawat dan lahar dingin.

Untuk itulah diperlukan program yang mampu mengatasi risiko kerusakan tanaman dan kemudaratan mata pencaharian. “Asuransi mampu melindungi petani dari kerugian karena kesediaan tanaman dan kekeringan penghasilan, ” perintah Drs Syafri Bagian, AAIK (HC), guru di Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisaksi (STMA Trisakti) Jakarta.

Ide untuk membereskan dampak bencana alam, seperi tsunami, gempa bumi dan letusan gunung bernyala sudah pernan diajukan oleh Dewan Asuransi Indonesia (DAI) di awal tahun 2000-an. Tapi, “Pemerintah maju-mundur, ” kata Syafri.

Rupanya, premi asuransi bencana akan ditanggung oleh pemerintah. Itulah yang menjadi pertanyaan besar.

bencana+alam+di+indonesia+%282%29.jpg

Tapi, bahwa saja pemerintah hendak melindungi masyarakat, terutama masyarakat yang terkena dampak bencana alam, tentulah dana bantuan sosial (bansos) yang tersebar mulai dari yang dianggarkan di Kementerian Sosial RI sampai ke APBD di rezim provinsi, kabupaten dan kota.

Celakanya, banyak kasus terjadi terhadap dana bansos terkait karena dijadikan untuk objek ‘bancakan’ manipulasi berjamaah.

Setelah penderitaan demi bencana berlangsung tetap saja pokok DAI tidak menerima tanggapan yang eksplisit dari pemrintah, indah pusat maupun kawasan.

Akibatnya, masyarakat secara terdampak bencana menahan masa-masa sulit olehkarena itu mereka hanya mengharapkan bantuan di pengungsian.

Menurut Syafri terselip dua objek dengan bisa diasuransikan yaitu: (1) kerugian sebab tanaman rusak, serta (2) kerugian karena kehilangan pekerjaan.

Tags : Bencana Alam

Share on Facebook Back to the blog



Comments:


 
Panel title
Antal besøg: 142055

Lav en gratis hjemmeside på Freewebsite-service.com

Editing

-0.18670606613159sekunder