infobisnisbaru - Blog
March
11
2015

Memahirkan Bisnis Properti buat Pemula di Indonesia

Apa yang terdapat dalam benak anda tentang bisnis properti? Modal besar? Acara birokrasi yang leceh? Alur kerja secara njelimet? Pemasaran secara fantastis? Atau jadi broker atau RCTI (Rombongan Calo Tanah Indonesia; hehehe, gak apa-apa yang penting halal)? Boleh-boleh selalu dan sah-sah selalu. Tapi tips bersama-sama akan merubah pola pikir anda! Mengaji dengan teliti dan simak baik-baik…

Entah siapa yang menyebarkan kata-kata tersebut dalam atas. Tapi untuk saya, susunan perintah tersebut memberi semangat positif yang luar biasa besar. Untuk memulai bisnis properti kadang dibutuhkan pemikiran yang besar, namun sering-sering kita terjebak kalau pemikiran besar member membutuhkan usaha secara besar pula. Valid tidak!

Runtutan dibawah ini akan memberikan wajah kepada anda bahwa untuk http://www.jogproperti.com/ sangat bisa dimulai dari hal yang kecil. Menjadi broker contohnya. Tapi keuntungan engkau tidak seberapa. Gimana kalau saya ongkosi tips untuk sebagai developer / pengembangan perumahan dalam standar kecil. Empat, lima, enam rumah, terlebih satu rumah pun bisa menjadikan serta menghantarkan anda jadi developer kelas tunggal. Ingat cukup satu rumah! Namun untuk mewujudkan impian besar anda, jangan cuma berhenti di satu rumah saja. Inti dan kontinuitas sangat dibutuhkan di sini.

Beserta anda membidik perumahan kecil, anda tak akan berhubungan dengan birokrasi perijinan yang rumit. Di beberapa wilayah batasannya berbeda-beda. Biasanya di atas 4 kapling, anda sudah wajib menempuh perijinan mulai dari fatwa lahan sampai dengan ijin mandala. Sedangkan maksimal 4 kapling, anda sedang mengajukan Ijin Menyiapkan Bangunan atau IMB. Ini akan menjepit jumlah modal dengan musti anda berikan.

Modal Tidak Harus Besar

Modal! Sungguh! Modal tidak mesti besar. Syukur-syukur kamu sudah memiliki zona kapling yang beres bangun. Entah tersebut milik orang tua kamu, sahabat anda ataupun orang lain secara mau bekerjasama dengan anda. Anda gak perlu membeli pekarangan siap bangun kan?! Tinggal buka koran, cari iklan untaian bertajuk TANAH DIJUAL, telepon dan sampaikan tujuan anda. Singkat cerita, anda telah “memiliki” kapling rampung bangun.

280413_RHN-BISNIS-02-HARGA-RUMAH.jpg

Untuk membuat rumahnya dengan uang siapa? Gampang. Non kalah akal. Apabila tanah sudah dikuasai, anda tinggal pasarkan berikut desain rumahnya. Tetapkan saja uang muka penjualan sebesar 30% dari martabat jual. Itu tutup mencukupi modal kamu untuk membangun wisma.

Logikanya dari mana? Begini, misal nilaian pembangunan rumah adalah 2 juta/m2. Perumpamaan anda menjual tipe 45 m2, dengan demikian total biaya dewan adalah 90juta. Martabat jual tipe 45 misalnya 250 juta. Artinya 30% daripada 250 juta ialah 75 juta. Artinya 75juta adalah 83, 33% dari 90juta. Are we going to play a hard cash? Oh no… jelas bukan. Manfaatkan tenaga kontraktor sehingga kita dapat membayar kontraktor beserta progress. Kekurangan pembayaran bisa kita cadangkan dari pencairan KPR yang sebesar 175juta.

Think! Bagaimana apabila kontraktor bersedia dibayar turn key, hingga serah terima kunci, si kontraktor baru mengumumkan pembayaran? Artinya 75juta adalah MURNI DUIT ANDA! Kontraktor dibayar dengan pencairan KPR yang bisa aku siasati dengan apa-apa yang biasa dikenal STANDING INSTRUCTION ataupun instruksi pencairan KPR dimana menyebutkan sejumlah dana untuk ditransfer ke rekening kalian dan kontraktor.

Disain rumahnya dari mana? Itu mah gembur. Anda tinggal browsing di internet atau mengkoleksi brosur perumahan yang memang warna keras, anda tinggal pilih dan tentukan yang sesuai dgn tanah anda. Kalau anda memiliki keterampilan menggunakan program design, anda bisa kerjakan sendiri. Atau engkau tinggal bayar pembimbing. Selesai!

Share on Facebook Back to the blog



Comments:


 
Panel title
Antal besøg: 138932

Lav en gratis hjemmeside på Freewebsite-service.com

Editing

-0.1041738986969sekunder